Minggu, 22 Mei 2016

Bolang

BOLANG

Hidup tidak berarti tanpa bolang. Saya sangat menyukai bolang, yaa bolang singkatan dari bocah petualang. Menurut saya anak-anak yang tidak sempat merasakan bolang, itu adalah anak yang paling tidak beruntung. Yaa, karna dari bolang kita jadi tahu arti dari kehidupan. Ohh iya lupaaa, Perkenalkan nama saya putro pamungkas atau putra pamungkas karna akte dan kk saya berbeda, tapi  kalian boleh panggil putra. Saya di lahirkan di desa jemur clowok kec.kebumen kab.kebumen jawa tengah. Tempat yang menurut saya adalah surga dunia. Yaa, di desa masih sangat kental budaya tradisionalnya hal itu membuat saya lebih suka lagi tinggal di tempat ini. Saya punya sahabat setia bernama apri setiawan biasa di panggil apri. Saya paling suka ngbolang bersama dia, dan setiap detiknya kami selalu membolang bersama dalam senang susah kami selalu bersama. Lalu datanglah temanku dari jogja dan tinggal di samping rumahku. Namanya andung prayoga biasa di panggil andung. Setelah andung bertetangga bersama saya dan apri saya,apri dan andung menjadi sering ngbolang bersama. Pada hari senin tanggal .....saya kurang tahu tapi setahu saya waktu itu saat bulan puasa tahun 2009. Saya apri dan andung membuat nama untuk grup kita yang kita namai sekawan. Waktu itu sekawan sedang ngbolang ku gunung yang ada di desa kami, karna waktu itu sedang puasa jadi sekawan ngbolang dengan membawa petasan. Lalu sekawan pergi menuju ke gunung di desa kami, saat di sana kali melihat nenek tua yang sedang mencari kayu bakar dan tanpa di sadari sang nenek, kami menyalakan petasan dan melemparnya ke nenek tua itu. Nenek itu pun kaget dan dengan ekspresi wajah yang aneh. Kami pun mentertawainya hingga kami sangat senang, dan saat kami tertawa terbahak bahak nenek itu pun menangis. Melihat nenek itu menangis kami menjadi tidak tega dan akhirnya kami meminta maaf dan kami pun membantu mencari kayu bakar dan membantunya membawa pulang ke rumah.sesampainya di rumah kami pun meminta maaf kembali.



Untuk mbah sarniah kulo putra pamungkas, apri setiawan lan andung prayoga nyewun pangapunten.

Saya putra pamungkas menitipkan setetes air mata.

Kebumen 22 mei 2016.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar